Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, dinilai sebagai calon alternatif yang paling tepat untuk memimpin organisasi sepak bola nasional PSSI pada periode 2011-2014.
Pengamat sepak bola Sulawesi Selatan, Yopie Lumoindong, Rabu (9/3), mengatakan pengalaman memimpin organisasi olahraga serta sebagai Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, dipercaya bisa membuat PSSI bisa lebih profesional ke depan.
Selain itu, Sutiyoso juga merupakan sosok yang cukup memiliki pengalaman menangani tim besar seperti Persija Jakarta. Bahkan Sutiyoso juga memiliki kemampuan finansial yang cukup untuk membuat PSSI lebih profesional dan independen.
“Jika FIFA akhirnya berpedoman pada hasil keputusan Komite Banding yang menggugurkan keempat calon sebelumnya, maka Sutiyoso merupakan sosok yang paling pantas sebagai alternatif,” katanya.
Mantan Direktur Teknik PSM itu menjelaskan, dari sejumlah nama yang kini mencuat kepermukaan, Sutiyoso juga dianggap lebih kredibel. Sosoknya yang berwibawa juga akan membuat PSSI disegani.
“Saya yakin masih banyak nama baru yang akan mencuat menjelang kongres PSSI mendatang. Namun demikian, jika melihat kondisi yang terjadi, Sutiyoso memang merupakan calon yang paling tepat untuk memimpin PSSI,” jelasnya.
Mengenai peluang Erwin Aksa yang kini dicalonkan PSM Makassar untuk memimpin PSSI, menurutnya cukup baik. Namun demikian, Ketua HIPMI itu dinilai masih terlalu muda untuk memimpin organisasi PSSI.
“Meski Erwin cukup memiliki modal untuk lolos persyaratan sebagai calon ketua umum, namun saya melihat sosoknya masih terlalu muda untuk memimpin PSSI,” katanya.
Sebelumnya, Sutiyoso memang sempat dijagokan suporter Persija Jakarta , The Jakmania untuk bertarung pada pemilihan ketua umum PSSI. Keputusan The Jakmania tak lepas dari prestasinya selama memimpin sejumlah cabang olahraga seperti Perbakin, Perbasi dan PBSI.
(Source: metrotvnews.com)

Pelatih Persija, Rahmad Darmawan, memuji Alan Martha yang ia sebut cepat beradaptasi dan banyak mengalami kemajuan pesat. “Alan cukup matang di usianya, terbukti dia cepat beradaptasi dan nyetel dengan pola yang saya mainkan,” jelas Pelatih Persija Rahmad Darmawan, Rabu (9/3).
Kekuatan teknis Alan Marta dalam memainkan permainan cepat adalah salah satu alasan Coach RD merekrutnya, berbekal hal itu ia mantap mengejar target menjadi jawara ISL musim ini bagi Persija.
“Secara pribadi saya terus melihat peningkatan kualitas penampilannya (Alan) hingga ke dalam peak performa terbaik. Saya juga ingatkan Alan untuk meningkatkan kualitasnya. Karena persaingan di Super Liga sangat berat,” tandasnya.(Source: bola.net)

Sekretaris Panpel Persib Bandung Budi Bram Rachman mengatakan, surat izin tersebut, dikeluarkan langsung Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung, Selasa (8/3/2011) serta ditandatangani Kadisbudpar Kabupaten Bandung, Marlan SIp, MSi dengan nomor: 426.22/168/Bid-OR, tertanggal 8 Maret.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bandung yang telah ikut mendukung Persib yang akan bertanding melawan Persija di Stadion Si Jalak Harupat,” kata Bram saat dihubungi INILAH.COM melalui ponselnya, Selasa (8/3/2011).
Dengan keluarnya izin penggunaan stadion tersebut, panpel akan segera mengurus izin penyelenggaraan pertandingan ke Polres Bandung. Sebab, kata dia, salah satu syarat memulai perizinan adalah dengan adanya surat keputusan penggunaan stadion. “Besok kita tinggal mengurus soal izin dari pihak kepolisian,” ucapnya.
Soal pernyataan sikap dari panpel dan bobotoh seperti diinginkan pihak kapolrestabes Bandung panpel siap melakukannya. “Selama ini kami selalu siap dan selalu ada pernyataan, hanya tinggal dari bobotohnya saja. Kami berharap semuanya berjalan lancar, dan bobotoh pun saya rasa tidak ada masalah. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar,” harap Bram.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Bandung Marlan mengatakan, izin penggunaan stadion akan diberikan pada setiap pertandingan, tidak sekaligus sampai akhir kompetisi. Laga perdana akan dijadikan patokan izin-izin selanjutnya.
“Jika pada pertandingan nanti dan selanjutnya berjalan lancar, aman dan tertib, kami mempersilakan Persib menggunakan stadion seterusnya. Tapi sebaliknya, jika ada kerusuhan atau perusakan fasilitas stadion oleh oknum bobotoh, kami akan tinjau ulang lagi izin untuk pertandingan berikutnya,” tegasnya.
(Source: inilahjabar.com)

Untuk menyelesaikan kekisruhan di tubuh PSSI seharusnya dikembalikan kepada mekanisme di PSSI dan FIFA. Kalau pun semua kalangan ingin perubahan yang lebih baik, revolusi yang dilakukan harus terjadi di Kongres PSSI mendatang.
Dalam waktu dua bulan terakhir, PSSI menjadi sorotan terkait dengan kekecewaan masyarakat terhadap kinerja organisasi yang dipimpin Nurdin Halid tersebut.
Pemerintah telah memperingatkan agar organisasi tertinggi sepakbola di Indonesia itu membereskan carut marut yang terjadi. Dalam perkembangan selanjutnya, Nurdin Halid melaporkan kepada FIFA soal adanya surat dari Menpora. Nurdin mengklaim bahwa FIFA menganggap itu merupakan intervensi.
Ketua Pengprov PSSI Riau Indra Mukhlis menjelakan, sebagai pengurus PSSI bukannya tidak mau diintervensi oleh pemerintah. Sebagai sebuah organisasi PSSI tetap terbuka dengan siapapun. Namun, perubahan di tubuh PSSI tetap harus sesuai dengan peraturan yang ada, yakni statuta PSSI dan FIFA.
“Terus terang, bukannya kita tidak mau diintervensi oleh pemerintah. Kita sangat tergantung dengan statuta PSSI dan FIFA. Jika kita menyalahi aturan yang ada, kita akan dapat kesulitan berarti yang bisa jadi membuat dunia persepakbolaan kita terhambat karena jatuhnya sanksi, seperti yang dialami sejumlah negara. Padahal, statuta yang ada selama ini sudah demokratis dan bersifat independen,” ungkapnya kepada wartawan.
Buruknya kepengurusan PSSI membuat masyarakat yang tergabung dalam elemen suporter berdemonstrasi menuntut Nurdin Halid turun dan juga adanya revolusi terhadap PSSI.
Kekisruhan tersebut juga membuat 83 pemilik hak suara di PSSI memberikan mosi tidak percaya kepada PSSI di bawah kepengurusan Nurdin Halid. Selanjutnya mereka mandat kepada Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) untuk menggelar kongres untuk memilih ketua umum, wakil ketua umum, dan komite eksekutif PSSI.
Dalam perkembangan selanjutnya, KPPN telah mengumumkan menggelar kongres pembentukan komite pemilihan dan komite banding pada 26 Maret dan kongres pemilihan pada 26 April.
Soal banyaknya gerakan yang menuntut revolusi PSSI tersebut, Indra mengajak semua pihak untuk menyelamatkan PSSI dan yang menginginkan terjadi revolusi di tubuh PSSI bisa dilakukan di kongres. “Saya berharap revolusi itu terjadi di kongres, sesuai harapan bersama. Apa perubahan secara organisasi maupun apa orientasi ke depannya, mari kita lakukan di kongres sesuai amanat konstitusi yang ada,” pungkasnya.
(Source: detiksport.com)
Untuk kedua kalinya Nurdin Halid cs tidak menghadiri jalannya sidang gugatan yang diajukan lima orang warga negara yang mengatasnamakan sebagai pencinta sepakbola.
“Para tergugat dipanggil satu kali lagi. Kalau tetap tidak datang di sidang dua pekan lagi, maka perkara akan dilanjutkan tanpa kehadiran para tergugat,” kata Harjon Sinaga, kuasa hukum penggugat, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, hari ini.
Sebelumnya, para penggugat adalah Saleh Ismail Mukadar yang merupakan bos dari Klub Sepakbola Persebaya 1927, serta empat pihak lainnya a.l. Tondo Widodo, Johanes Sugianto, Abubakar Assegaf, dan Sumaryoto.
Ketua PSSI ini digugat untuk mundur dari jabatannya karena dianggap telah melakukan perbuatan melawan hukum melanggar Peraturan Pemerintah No.16/2007 tentang Penyelenggaraan Keolahragaan Nasional.
Berdasarkan gugatan yang diwakili oleh salah satu kuasanya, Harjon Sinaga, para penggugat menyebutkan bahwa pasal 123 ayat 2 PP ini memuat aturan apabila ketua induk olahraga telah menjadi terpidana yang berkekuatan hukum tetap maka wajib diganti, di mana Nurdin sudah pernah dihukum penjara karena kasus korupsi.
Selain menggugat Nurdin, dalam perkara yang terdaftar di bawah No.26/PDT.G/2011/PN.JKT.PST ini, para penggugat juga menggugat Wakil Ketua Umum PSSI Nirwan Bakrie, Sekjen PSSI Nugraha Besoes, serta Kepala Bidang Direktur Keuangan dan Akuntansi PSSI Achsanul Qasasih.
Dalam gugatannya, para penggugat a.l. juga menuntut agar para tergugat dinyatakan melakukan perbuatan melawan hukum, serta meminta agar Komite Eksekutif segera mengadakan Kongres Luar Biasa PSSI guna mengganti seluruh pejabat PSSI yang menjadi tergugat.
(Source: bisnis.com)
Pengakuan Bobotoh :
Perseteruan antar suporter Persija dan Persib sudah berlangsung lama, tepatnya sejak tahun 2000 yaitu bertepatan dengan Liga Indonesia 6 berlangsung. Di putaran 1 sekitar 6 buah bis suporter Persib datang ke Lebak Bulus dan masuk ke Tribun Timur. Dan terdiri dari banyak unit suporter seperti Balad Persib, Jurig, Stone Lovers, ABCD, Viking dll. Saat itu yang terbesar masih Balad Persib. Meski sempat nyaris terjadi gesekan dengan the Jakmania, tapi alhamdulilah tidak terjadi bentrokan yang lebih luas. Justru kita suporter Persib bergerak ke arah the Jakmania tuk berjabat tangan. Gw inget banget yel-yel kita waktu itu : “ABCD … Anak Bandung Cinta Damai”. Selesai pertandingan suporter Persib juga didampingi the Jakmania menuju bus. Dan The Jakmania mengikuti dengan menyanyikan lagu Halo Halo Bandung.
Penerimaan the Jakmania membuat kita (Viking) berniat tuk mengundang datang ke Bandung saat putaran 2. Dialog berlangsung lancar karena seorang Pengurus the Jakmania yang bernama Erwan rajin ke Bandung tuk bikin kaos. Hubungan Erwan dengan Ayi Beutik juga konon akrab banget sampe2 Erwan pernah cerita kalo dia suka sama adiknya Ayi Beutik. Melalui Erwan jugalah Viking menyatakan keinginannya tuk mengundang dan menyambut the Jakmania di Bandung meski kita sendiri masih khawatir dengan sikap bobotoh yang lain.
The Jakmania saat itu belum sebesar sekarang. Yang nonton di Lebak Bulus aja cuma di sisi Selatan tribun Timur. Jadi bersebelahan dengan Viking. Nah ajakan Viking itu langsung ditanggapi oleh the Jakmania yg memang sudah punya niat jg tuk melakoni partai tandang. Dibentuklah kemudian perencanaan, salah satunya dengan mengutus Sekum dan Bendahara Umum the Jakmania saat itu yaitu Sdr Faisal dan Sdr Danang. Mereka ditugaskan tuk melobi Panpel Persib dari mulai masalah tiket hingga tribun the Jakmania. Kebetulan Danang lagi kuliah di Bandung sehingga tempat kosnya jadi tempat kumpulnya the Jakers disana.
Karena The Jakmania belum berpengalaman mengkoordinasikan anggota tuk nonton tandang. Justru yang menjadi masalah justru bukan di koordinator kepada Panpel Persib tapi di anggota The Jakmania itu sendiri. Banyak anggota yang bandel daftar pada hari H nya. Jumlah yang tadinya cuma 400 orang berkembang menjadi 1000 orang lebih! Bayangin gimana repotnya Pengurus The Jakmania nyari bis tuk ngangkut segitu banyak orang. Akibatnya The Jakmania berangkat baru jam 12 siang! Itu juga terpecah menjadi 3 rombongan. Satu bis berangkat lebih dulu karena akan ganti ban. Disusul 4 bus kemudian. Dan terakhir berangkat dengan 4 bus tambahan.
Keberangkatan The Jakmania sendiri juga masih diliputi keraguan apakah dapat tiket atau tidak. Tim Advance yang diutus mendapatkan kesulitan mencari tiket. 4 hari sebelum pertandingan terjadi kerusuhan di stadion Siliwangi akibat distribusi tiket yang kurang lancar. Ada seorang Vikers yang menganjurkan the Jak tuk hadir di acara khusus pertemuan tim dengan suporternya. Faisal, Danang dan Budi ambil keputusan tuk hadir di acara itu. Disana mereka sempat bertemu Walikota Bandung, Kapolres, Ketua Panpel dan Ketua Keamanan. Mereka semua menjamin bahwa the Jakmania akan bisa masuk dan tiket akan disiapkan khusus. Paling tidak itulah info yang gw dapet dari tim Advance The Jakmania.
1 bis pertama tiba di Stadion Siliwangi. Viking siap menyambut dan mempersilahkan masuk ke stadion, padahal tiket belum di tangan. Sayang hal yang dikhawatirkan Viking terbukti. Perlahan tapi makin lama makin banyak datanglah bobotoh nyamperin the Jak dengan sikap yang tidak simpatik. Melihat gelagat buruk ini Viking minta the Jak tuk keluar dulu ke stadion sambil menunggu rombongan berikut. Sembari menunggu, gw dan beberapa rekan dari The Jakmania ada yang melaksanakan sholat ashar dulu. Ketika selesai sholat, mulailah terjadi hal2 yang tidak diinginkan. Rekan2 kita dari the Jakmania mendapatkan pukulan disana sini dengan menggunakan kayu. Salah satunya tersungkur berlumuran darah yang keluar dari kepalanya. Melihat situasi ini the Jakmania kembali diungsikan menjauh dari stadion.
Rombongan besar 8 buah bis akhirnya tiba juga. Tapi karena terlambat, stadion Siliwangi sudah penuh sesak. Lagipula kita tetap tidak berhasil mendapatkan tiket. Panpel memang kelihatan salah tingkah dan berusaha mengumpulkan dari calo2 yang masih beredar di sekitar stadion, namun jumlahnya juga tidak memadai hanya 300 lembar. Sementara bobotoh yang masih berada di luar juga mulai melakukan serangan terhadap the Jakmania. Gw sempet coba menenangkan dan cekcok dengan seorang rekan bobotoh yang ngambil dengan paksa kacamata anggota The Jakmania. Bobotoh itu bilang kalo dia kesal sama anak Jakarta karena mereka juga diperlakukan dengan tidak simpatik di Jakarta ketika menyaksikan pertandingan Persijatim vs Persib di Lebak Bulus. Bobotoh tidak mau tau kalo Persijatim tu beda dengan Persija. Seingat gw kejadian ini sempat direkam foto oleh wartawan dari Tabloid GO dan terpampang jelas esoknya di media tersebut.
Gw lalu ngambil inisiatif tuk nyari rombongan pertama the jakmania yang dateng duluan dan mengajak mereka tuk gabung ke rombongan besar. Disana gw minta maaf ke semua anggota The Jakmania karena gagal membawa rombongan sampai masuk ke stadion dan pulang dengan aman. Di situ dari Panpel juga sempat minta maaf. Namun kondisi ini tidak bisa diterima oleh seluruh rombongan The Jakmania, bahkan mereka juga tidak mau berjabat tangan dengan gw dan 2 orang Viking lainnya yang masih setia mengawal meski pertandingan sudah berlangsung.
Ketika rombongan hendak pulang, tiba2 The Jakmania diserang lagi oleh bobotoh yang masih nunggu di luar stadion. Kondisi ini jelas tidak bisa diterima oleh The Jakmania. Sudah ga bisa masuk masih juga diserang. Akhirnya The Jakmania balas perlakuan mereka (Oknum Bobotoh). Jumlah bobotoh di luar stadion masih ratusan sehingga terjadilah bentrokan yang mengakibatkan pecahnya kaca2 mobil akibat terkena lemparan dari kedua kubu. Ketika polisi datang, keributan mereda dan the Jakmania mulai beranjak pulang. Sempat pula terjadi bentrok beberapa kali ketika rombongan berpapasan dengan bobotoh yang pulang karena tidak kebagian tiket.
Sejak saat itulah api dendam dan permusuhan terus berkobar di kedua belah pihak. Puncaknya di acara Kuis Siapa Berani di Indosiar. Acara ini diprakarsai oleh Sigit Nugroho wartawan Bola yang terpilih menjadi Ketua Asosiasi Suporter Seluruh Indonesia.
Sayang bentrokan ternyata ga bisa dihindari. Bukan gw memihak tapi faktanya memang Viking yang mulai. Mereka neriakin yel2 “Jakarta Banjir” yang dibales juga oleh the Jak. Suasana memanas hingga akhirnya terjadi benturan fisik.
Letak Indosiar di Jakarta, jadi ga heran pelan2 berdatanganlah para suporter Persija kesana. Suasana sudah tidak terkendali dan atas inisiatif Polisi dan Indosiar, Viking langsung diungsikan dengan menggunakan truk Polisi. Namun kejadian ini ternyata dah menyebar luas kemana-mana hingga akhirnya terjadilah penyerangan terhadap rombongan Viking di tol Kebon Jeruk.
Gw juga heran gimana Viking menyatakan klo hadiah menang kuis dirampok the Jak padahal hadiah itu kan belum diserahkan pihak Indosiar. Hadiah itu pun sampe sekarang ga kita terima. Saat itulah nama the Jakmania menjadi buruk. Di mata media the Jakmania tidak menerima kalah sehingga menyerang. Opini sudah terbentuk dan masyarakat di Bandung juga ikutan menghujat, sementara di Jakarta menyayangkan.
Semenjak terjadi permusuhan dengan the Jakmania, apalagi setelah kejadian Indosiar, Viking berkembang pesat menjadi suporter yang dominan di Bandung. Mereka terus menebarkan kebencian ke the Jak dengan mengeluarkan kaos2 dan lagu2 yang bersifat menghujat the Jak. Reaksi anggota the Jakmania juga heboh. Mereka rame2 bikin kaos yang balas menghujat Viking.
Sikap ini justru malah mengobarkan api kebencian suporter Persija terhadap Viking. Sehingga the Jakers banyak yang benci mereka bukan karena tau kejadian awalnya, tapi karena mereka ga suka dikata-katain terus. Belakangan Komisi Disiplin mengeluarkan larangan akan hal-hal seperti ini. Terlambat! Dan penerapannya juga ga konsisten, masih banyak yang tetap melakukannya, bukan hanya Viking atau the Jakmania tapi hampir di semua stadion di Indonesia.
Sebetulnya ada juga pihak2 yang mengusahakan perdamaian. Panpel Persib pernah berinisiatif mempertemukan the Jakmania dan Viking di Bandung. Tapi pertemuan tersebut buntu karena tidak ada niat dari Heru Joko tuk berdamai.
Perseteruan makin melebar. Semakin banyak Viking yang masuk ke website the Jakmania dan menebarkan virus kebencian … semakin banyak dan besarlah kebencian the Jakers ke mereka. Bahkan Panglima Viking Ayi Beutik sempat mengeluarkan pernyataan tuk menjaga kelestarian permusuhan ini seperti Barcelona dan Real Madrid.
Sekarang permusuhan the Jakmania kontra Viking menjadi warna tersendiri bagi sepakbola Indonesia. Seorang sutradara tertarik menjadikan perseteruan ini sebagai inspirasi dalam filmnya yang berjudul ROMEO & JULIET. Di tengah perseteruan, Viking justru kompak untuk menolak film ini dengan alasannya masing2. Ketua Viking dengan didukung anggotanya membuktikan ucapannya dengan menggagalkan pemutaran film ini. Sementara di Jakarta justru sebaliknya, meski pimpinan menyatakan akan menuntut tapi toh hampir semua bioskop2 di jabodetabek dipenuhi oleh The Jakmania yang memang sudah ga sabar menanti film ini diputar.
Nah, itulah kisah panjang tentang permusuhan 2 kelompok suporter besar di Indonesia, paling engga dari kacamata gw. Tulisan ini dibuat atas permintaan seorang bobotoh yang penasaran dengan sebab musabab permusuhan tersebut. Gw juga ga suka dengan orang yang berkomentar sinis baik terhadap the Jakmania maupun Viking. Mereka itu tidak tau apa2, bisanya cuma menghakimi aja. Ada hak apa mereka menghujat? Liat dulu kisahnya baru mereka akan berpikir dan bantu mencarikan solusi.
Mantan manajer PSM Makassar dan Persija Jakarta Diza Rasyid Ali menyatakan bakal ikut meramaikan bursa persaingan memperebutkan kursi ketua umum PSSI periode 2011-15. Menurut Diza, dirinya merasa terpanggil untuk membenahi persepakbolaan di tanah air yang belakang ini karut-marut. Diza berjanji akan membawa perubahan dalam manajemen PSSI apabila dirinya mendapatkan kepercayaan menjadi orang nomor satu di induk organisasi sepakbola nasional itu. “Saya prihatin dengan kisruh yang terjadi di tubuh PSSI serta minimnya prestasi timnas Indonesia di pentas dunia. Karena itu, saya menyatakan secara resmi mencalonkan diri untuk dipilih memimpin PSSI yang berada di bawah naungan FIFA,” ujar Diza. “Sebagai warga negara yang kebetulan mempunyai kesempatan terlibat dalam pembinaan sepakbola mulai dari daerah, nasional hingga inbternasional, ada kerinduan di dalam diri saya untuk memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran untuk kemajuan sepakbola nasional.” Diza bukan merupakan wajah baru dalam persepakbolaan nasional. Ia pernah menjabat sebagai manajer tim Persija dan PSM. Diza pun menjadi wanita pertama yang menjabat sebagai manajer tim sebuah klub sepakbola di Indonesia. Diza menyatakan siap bersaing dengan calon lainnya. “Saya bisa bersaing dengan mereka. Saya juga sudah punya program, diantaranya sistem manajemen, keuangan yang transparan, dan harus akuntabilitas, serta lepas dari kepentingan pribadi atau kelompok,” tegas Diza.

(Source: indonesiansoccer.com)
Insiden penyerangan mobil Presiden Direktur PT Liga Indonesia Andi Darussalam Tabussala kini menyeret nama Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Hingga kemarin petang (5/3), polisi masih memeriksa 11 pria yang diduga menyerang dan merusak mobil Andi Darussalam di depan Kantor KONI Senayan, Jalan Pintu 1, Gelora Senayan, Jakarta Pusat. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif di kantor penyidik markas Resmob Polda Metro Jaya. Nah, kepada penyidik, ke-11 pria itu justru mengaku sebagai pengawal Ketua Umum PSSI Nurdin Halid.
Hal tersebut diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Baharudin Djafar. Ditambahkan, para pengawal itu mengaku dibayar antara Rp 300 ribu hingga Rp 700 ribu per hari untuk mengawal Nurdin. Namun, dia belum dapat mengungkapkan motif penyerangan mobil tersebut. ”Yang memberikan uang upah itu berinisial E yang saat ini sedang dikejar,” ujar Djafar. Namun, dia enggan menyebutkan nama atau inisial kesebelas pria tersebut.
Penyerangan itu berlangsung pada Jumat petang lalu (4/3), sekitar pukul 16.00. Saat itu Andi baru saja menghadiri pertemuan antara PSSI dan KONI yang juga dihadiri Nurdin Halid, Sekjen PSSI Nugraha Besoes, dan jajaran Exco PSSI. Menjelang kejadian, Andi hendak meninggalkan Kantor KONI pasca pertemuan dengan mengendarai mobil Toyota Alphard hitam bernopol B 258 ADS yang dikemudikan sopirnya.
Mendadak sekelompok pria berkulit gelap menyerang dan merusak mobil itu. Akibatnya, kaca spion dan kaca belakang mobil tersebut hancur berantakan. Untung, jajaran kepolisian berpakaian dinas maupun reserse yang bersiaga di sekitar gedung KONI bertindak cepat. Sebelas pelaku langsung diamankan saat itu juga, termasuk barang bukti sebilah samurai.
Namun, Kombespol Baharudin Djafar mengatakan, pihaknya belum menetapkan satu pun tersangka. Kesebelas pria itu masih berstatus saksi. ”Pemilik senjata tajam juga masih dalam pengejaran,” ungkapnya. Ditambahkan, Nurdin Halid sangat mungkin akan diperiksa pula terkait insiden tersebut. ”Penyidik yang akan melihat kapan keterangan Pak Nurdin ini diperlukan,” tukasnya.
Senada dengan Djafar, Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya Kombespol Herry Nahak mengatakan, selain kesebelas pria tersebut, pihaknya memeriksa saksi-saksi lain terkait dengan kejadian itu, termasuk memeriksa beberapa saksi mata. ”Kami juga akan memeriksa pelapornya (Andi Darussalam) untuk mendalami kajadiannya,” tuturnya.
Ultras Jakmania !
Sabtu, 05-03-2011
Divisi I Menteng FC vs Putra Indo 13.30 Lap. Banteng
Divisi Utama RPM FC vs Menteng Yunior 15.30 Lap. Banteng
Minggu 06-03-2011
Divisi I Monas FC vs PS Pesindo 13.30 Lap. Banteng
Divisi Utama Camp 82 vs Tunas Jaya 15.30 Lap. Banteng
Sabtu, 12-03-2011
Divisi I AC Suah Api FC vs Jak. Putra 13.30 Lap. Banteng
Divisi Utama Gumarang vs Setia 15.30 Lap. Banteng
Sabtu, 19-03-2011
Divisi I Bintang Muda FC vs Menteng FC 13.30 Lap. Banteng
Divisi Utama Maesa vs Trisakti FC 15.30 Lap. Banteng
Minggu, 20-03-2011
Divisi I PS P.O.P. vs PS Pesindo 13.30 Lap. Banteng
Divisi Utama Jayakarta vs Atamora FC 15.30 Lap. Banteng
Sabtu, 26-03-2011
Divisi I Nusantara FC vs Gunjati FC 13.30 Lap. Banteng
Divisi Utama PS Pos Indo vs MC Utama 15.30 Lap. Banteng
Minggu, 27-03-2011
Divisi I AC Suah Api FC vs Karya Utama 13.30 Lap. Banteng
Divisi Utama Maesa vs Gumarang 15.30 Lap. Banteng
.............................................................................
..................................................................................


..................................................................................